Minggu, 07 September 2014

Sebatas Nama



Dua hari.
Dua hari lagi. Ribuan kilo akan membentang. Tak hanya berpisah darat, namun lautpun ikut andil membuat jarak keduanya. Kini dan entah berapa tahun kedepan.
Semua tersimpan begitu rapat tak tersamarkan. Sebatas nama yang hanya terlukis dalam goresan hati.
Kelak dan entah sampai kapan semua tertutup dengan rapi.
bersama rona merah senja 


"Mbak Rana!"
Gadis berkerudung biru itu menoleh. Kibaran angin sore itu tak ia biarkan. Dipegangnya erat ujung kerudung di belakang menahan terpaan angin senja soe itu.
Suara yang memanggil tersenyum puas saat yang dipanggil menoleh.
Beberapa menit keduanya saling tertegun mengamati.
Tak bergerak ataupun bergeming sedikitpun.
Gadis itu bernama Rana Pramitha. Gadis berkerudung lebar meski secara fisik dia terlihat sukuran anak SMA atau bahkan SMP.

"Mbak Rana masih ingat sama saya?" ucapnya berbinar.
Wajah manis dan teduhnya sangat akrab bagi Rana.
Gadis itu menundukkan pandangan.
"Assalamu'alaikum " Rana bersuara.
"Wa'alaikumsalam" jawab sang pria depannya tanpa agak salah tingkah dengan respon gadis di depannya itu.
"Kapan datang?" Rana mengalihkan pandangan ke arah senja.
"Sejak sepekan yang lalu Mbak." pria itupun mengalihkan pandangan yang sama ke arah Senja.
Ramanda Sumitra, nama lengkap pria yang berpostur sedang seukurannya. Dengan usia cukup muda, 25 tahun. Membuat penampilannya sedap dipandang sebagai pemuda yang sedang naik daun.
" Oo.." jawaban singkat Rana dalam lirih.
" Mbak, mash disini. Masih suka nuliskah?" tanyanya sopan.
" Iya.." senyum tersungging di wajah manis gadis itu..
Lanjutnya, " Setelah kepulanganmu dari Jepang. Mau rencana ngabdi dimana?"
Pria itu tersenyum lalu menjawab, " Alhamdulillah, aku langsung ngajar sebagai dosen tetap di kampus Mbak."
"Oo.." jawaban singkat itu meluncur lagi.
"Tidak ada yang berubah dari mbak, memandang senja, menghabis waktu berpulangnya siang menjemput malam.Dan.." kalimatnya terhenti dengan tatapan yang masih sama ke arah senja.
Rana menoleh  penasaran dengan kalimat Rama yang terhenti.
"Dan apa?" tanya Rana penasaran.
"Oo.." Jawab Rama sambil menoleh ke arah Rana dan keduanya tertawa.
" Dasar aneh!" Ranapun tak kuasa menahan kegeliaannya pada tingkah pria disampingnya.
Dua tahun waktu yang sangat singkat namun lama bagi yang menunggu. Masih terbayang bagaimana perasaannya saat melepas pria di sampingnya itu dua tahun yang lalu. Hari - harinya hanya berupa mimpi. Bahkan hingga kini. Saat pria itu nyata duduk di sampingnya. Gadis itu masih sama. Masih menutupnya dengan rapat.
" Aku tak sengaja berjalan lewat sini. Mengenang keindahan senja yang sering mbak ceritakan." jelas Rama bersemangat. " Aku rindu Indonesia dengan segala keindahannya , Mbak" lanjutnya.
Pria itu berkelakar banyak hal tentang negeri asing tempat ia belajar. Merasakan keindahan alam namun semuanya hanya rekayasa, berbeda dengan Indonesia yang sederhana namun natural. Penduduknya, budayanya, dan semuanya. Hingga setengah jam berlalu begitu cepat. Gadis itu masih mendengarkan dengan seksama, sesekali tersenyum.
"Mbak Rana, ingin lanjut juga kan ?" tanyanya tiba - tiba.
Rana hanya menjawab dengan senyum, kerudungnya yang dipermainkan oleh angin tak lagi ia hiraukan.
" Ah.. tapi harusnya mbak itu sekarang mikirnya bukan kesana deh" lanjutnya sambil senyum yang menyeringai keisengan.
Rana mengerutkan dahi. Sekali lagi, ditikam penasaran pada kalimat pria itu.
"Mbak Rana harusnya sudah menentukan untuk menerima siapa" senyumnya makin menyeringai. Masih sama dengan dua tahun yang lalu. Keusilannya, keisengannya dan gaya bicara yang membuat Rana berhasil penasaran.
Rana hanya tersenyum, kini ia angkat bicara. "Belum ada yang membuat aku jatuh cinta tanpa alasan dhek"
Keduanya saling bertatapan dan  saling terdiam.
Senja makin merangkak mengantar pulang siang berganti malam. Rona merah mulai terlihat gelap.

.....to be continue.

Senin, 01 September 2014

Waktu


Bismillah..
Ruang itu bernama waktu.
Berganti dan dipergilirkan sebagai sebuah keniscayaan akan takdir Tuhannya.
Menerima namun bukan pasrah.
Namun sebuah penerimaan yang baik atas apa yang ia miliki dan apa adanya.
Itulah syukur.

Malam berganti disambut pagi denagn sagala bentuk semangat yang merekah
Siang  berlalu dan malam datang.
Aadalah saat waktu untuk merebahkan badan yang lelah.
Mengurai kepenatan dan buaian dingin malam serta rayuan bulan yang sendu.

Waktu,.
Bisa menjadi benda tajam yang bisa menjadi bentuk yang beragam.
Bisa sangat berharga dan tak bernilai harganya.
Bisa pula menjadi pedang yang menikam bahkan membunuhmu.
Bisa jadi, ia sangat membosankan bagi ia yang menunggu.
 
yang paling jauh adalah masa lalu
Kali ini, aku untuk kesekian kalinya merasa sendiri.
Menyepi dalam keramaian.
Tak ada yang begitu indah untuk bisa dirasakan dalam kacamata hati.
Hanya fana.
Dimanakah harus ku katakan bawa aku sedang bosan.

Kemanakah aku berlari dan bersembuny di balik kebisingan yang penuh fatamorgana.
Aku, ingin pergi…
Mencari warna baru.
Izinkan aku melangkah wahati Tuhan pemilik takdir.
Sebuah langkah kaki yang tentu Engkau Ridhai.
Agar aku tak tersesat.
Aku masih memutuhkanmu .
Aku masih sangat mengharap pentunjukmu dalam setiap jejak langkah kakiku.
Karena aku hanya bergantung padaMu…
Alloh.

~3ha, 31 Agustus 2014.
…bersama senja berpulang.

Senin, 25 Agustus 2014

Melesatkan busur memanah bintang kesuksesan



Roda berputar sering di ibaratkan sebagai perjalanan kehidupan. Ada saat dimana kita akan berada di atas. Namun ada saat pula dimana akan dipergilirkan berada di posisi bawah. Sesuatu yang dipergilirkan itu ternyata keniscayaan. Dan adalah sebuah kepatutan bagi kita untuk mengoreksi diri dari apapun yang terjadi dalam hidup ini.  Menghadapai apa terjadi adalah dengan dua cara yaitu sabar dan syukur. Sebagaimana ungkapan Umar bin Khatab, diantara dua tunggangan itu adalah sabar dan syukur. Dan keduanya adalah baik. Subhanalloh, begitu pula iman. Bahwa iman itu terdiri dari dua bagian. Setengahnya adalah syukur dan sebagian yang lain adalah sabar. 
sukses adalah perjalanan

Betapa indah urusan kaum muslimin itu bahwa ketika diberi nikmat ia bersyukur dan ketika tertimpa ujian ia bersabar. Dua hal yang perlu menjadi batu pijakan yang kuat serta pemahaman yang matang dan bijaksana.  Namun sikap bijak dan bertumbuh dewasa itu adalah proses. Inilah yang sering terlewat bahwa usia tak selalu menentukan kedewasaan seseorang meski seharusnya , sekali lagi seharusnya semakin berumur seseorang harusnya semakin dewasa. Selayaknya ilmu padi semakin menguning semakin merunduk. Namun lain hal, manusia tetaplah manusia. Bahwa ia memiliki ego bahkan kharakter yang tak mudah untuk dirubah. 
Namun tidak ada yang tak mugkin di dunia ini ketika alloh berkehendak. Dengan niat yang lurus dan kemauan yang kuat insya Alloh akan ada jalan. Karena hal inilah yang menjadi poin dimana kita bisa merubah cara pandang kita terhadap sesuatu. Seakan membelok arah mata angin, mungkin sulit namun semua dilakukan dengan usaha yang keras serta doa yang tiada henti. Karena yakinlah masih ada cara untuk merubah takdir yang belum kering tintanya yaitu dengan doa. Titik balik seperti inilah yang dibutuhkan oleh setiap manusia yang ingin jauh melesat, menembakkan pelurunya ke langit dan meraih bintang impiannya. Terlihat tak mungkin namun dengan segala keyakinan pada Alloh tak ada seuatu yang mustahil saat yang menguasai isi Arsy ini mengatakan “Kun Fayakun”. Aku percaya Alloh Maha Segalanya!


 ~3ha, 25 Agustus 2014.
...di perempat abad rahmatMu untuk HaMim.

Rabu, 20 Agustus 2014

Arah Kapal Berlayar

Bismillah,..
Rabu, 20 Agustus 2014.

" Kita semua dilahirkan untuk sebuah alasan, namun tidak semua orang bisa menemukannya. Kesuksesan dalam hidup tidak ada hubungannya dg apa yg kau peroleh dalam hidup atau capai untuk diri sendiri. Kesuksesan adalah tentang apa yg kau lakukan bagi orang lain "~Danny Thomas.
Kalimat ini cukup menjadi teguran tentang apa yang tersirat dalam tujuan penciptaan manuisa di bumi. Bahwa Alloh menciptakan manusia dangan dua tujuan. sebagai hamba Alloh dan khalifah di muka bumi ini. Di usia yang menjelang seperempat abad ini, ada banyak sekali PR pada diri pribadi mauemen pun orang - orang sekitar yang belum tertunai. Masih banyak hal yang perlu diperbaiki oleh diri ini. Sikap dan tingkah laku. Bahkan sikap yang masih jauh dikatakan dewasa. Seharusnya laju usia sebanding dengan kedewasaan, namun ternyata tidak demikian. Sebagaimana mengutip dalam sebuah kalimat, bertambahnya usia bukan berarti kau paham segalanya ( Dee, Jembatan Zaman ).

Setiap anak memang tak bisa menentukan dari rahim siapa mereka terlahir. Namun, beranjak bertambah usia maka sudah menjadi pilihannya. Bagaimanakah jalan kehidupannya selanjutnya. sejauh kapal berlayar, kapalku masih di tepian. Mimpiku sempat tenggelam di beberapa waktu yang lalu. Namun, Alloh selalu membuka pintu lain untuk menjadi jalan kutemukan mimpiku yang karam bahkan nyaris tak bersisa. Kini layarku mulai terbuka, ku arahkan kapal dalam sebuah arah pelayaran yang pasti. Mimpi itu harus ku kejar. Meski aku tahu, pelayaran tanpa arah mungkin alternatif pengisi liburan, namun cara yang buruk untuk mengisi hidup kita. Aku punya arah kemana layarku mengembang. Meski terdengar terlambat dan perjalanan semakin sulit. Itu artinya  komitmenku harus semakin kuat. Aku ingin menjadi seperti apa yang pernah Whit Hobbs tuliskan, " Siapa kita sekarang, di manapun kita berada, berapa pun usia kita sekarang, sukses adalah bangun tidur di suatu pagi dan meloncat dari tempat tidur karena ada sesuatu di luar sana yang sangat senang kita kerjakan, yang kita yakini dan kerjakan dengan baik, sesuatu yang lebih besar daripada diri kita, dan kita sabar melakukannya hari ini. "

Impian adalah idealisme tertinggi kita , serta memuat kita percaya akan adanya takdir. 

Berharap terbaik dalam setiap hembusan nafas serta langkah kaki ini berjalan. Terjaganya hati atas niat dan ketaatan yang istiqomah. Jika masih ada mimpi atau cita  - cita yang belum tercapai. Aku yakin Alloh sedang menyimpannya dan memeluk erat mimpi itu. Hingga waktu yang tepat DIA memberikannya padaku.  Karena doa itu masih teruntai untuk menembus langit di setiap sepertiga malamku. aku berfikir Alloh sedang ingin menjadikanku pantas dan siap menerima mimpi dan cita - cita itu kelak. Sehingga ketika ada tantangan yang lebih besar menghadap maka aku telah jauh lebih siap. Aamiin.



Minggu, 29 Juni 2014

Ramadhan 1435 H

Bismillah

1 Ramadhan 1435 H / 29 Juni 2014

Hamim in Target Ramadhan 1435 H

...
Dalam ketaatan ku menunggu mu
Meski tak kuasa ku tahan rinduku pada bulan penuh mulia,
Terlewat Rajab berjumpa dengan bulan penuh pesona : Sya'ban.

Kini
ku jumpai kau pun dalam ketaatan,
Ramadhan 1435 H.
Berharap penuh Berkah.
Bismillah....

Kamis, 26 Juni 2014

2014

Bismillah,.
@AL Insan, 28 Sya'ban 1435 H


Tulisan yang hampir setengh tahun berjalan dan terlewat.
Latepost  namun tak ingin terlewat untuk coretan di rumahku yang sederhana ini.
Ku tuliskan rangkaian mimpi ini bukan pada tepat pergantian tahun Masehi melainkan pada 1 Muharom 1435 H.

Tentang sebah azam. Terkesan klise namun bagiku ini adalah semangat.
Semoga menjadi sarana agar diri ini semakin bersemangat,
Bukan tulisan melainkan uraian sederhana seperti di bawah ini .

22 .11.13

Maha suci Alloh yang membuat skenario untuk setiap hambaNya.
Dalam titik - titik kepenatan.
Aku percaya bahwa sedang ada pelajaran yang ingin Kau tunjukkan padaku.
Meski harus tertatih mengeja apa yang sedang terjadi, rangkaian puzzle itu berserakan.

Duhai penggenggam hati manusia.
Kau beri ujian yang sama di titik terlemah.
Mungkin karena aku tak lolos di ujian sebelumnya ataukah sedang naik tingkat. 
Sungguh Engkau lebih tahu sebagai sutradara di panggung sandiwara dunia ini.
Aku hanyalah manusia yang sedang kau beri peran pemegang amanah ini.
Kau pilih aku, bolehkah aku memohon. KUATkan aku !!


15.12.13

Perputaran waktu ini milikMu.
Meski demikian, aku masih disini.
Belum bisa melesat bak panah.
Au masih disini.
Tentang mimpi.
Ya Alloh, Tuhan pemegang waktu.
Aku memiliki mimpi.
Dan aku percaya.
Kau genggem mimpi itu.
Dalam niat butuh aksi.
Jadilah manusia yang aktf . NO REAKTIF.

PRODUKTIF ==> KONSISTEN ==> FOKUS ==> KHARAKTER


Percayalah bahwa Alloh menggenggam mimpi mu!

Ada MIMPI BESAR bukan hanya untukku sendiri. Tapi untuk umat ini. 
Dan bisa jadi mimpi itu tercapai  3-5 tahun ke depan.
Namun percayalah , ALloh menyimpan mimpi itu.
Tak'kan terlupa!
Temukan passionmu!

" Give yourself more than expected !"

Find what you want to do and  DO IT !
Karier itu tentang " kepuasan dalam berkarya " bukan materi .


Inilah alasan mimpi itu begitu kuat. Bismillah dengan menyebut nama Alloh.  It's about Passion !
selalu ada harapan bahwa MIMPI itu pasti TERWUJUD 

~3ha.


Nb : Maaf ya para pembaca , hanya tulisan dari kumpulan coretan. Agar rumahnya terlihat ramai. Namun terlepas dari itu semua,aku bahkan pembaca juga tak pernah tahu doa dari aamiin siapakiah Alloh mengijabahi doa dari mimpi ini. ^_^ . Jadi mohon dengan ringan hati semoga si pemilik rumah mimpinya di tahun ini terkabul ya . Aamiin .  Begitu pula yang mengamini. 

Melepas Masa Lalu

Bismillah,..
Surabaya, 28 Sya'ban 1435 H / 26 Juni 2014


Karena tiap orang beriman tetaplah rembulan,
memiliki sisi kelam.
Yang tak pernah ingin ditampakkannya pada siapapun.
Maka cukuplah bagiku,
memandang sang bulan,
pada sisi cantik yang menghadap ke bumi.

Tentu,
tanpa kehilangan semangat,
untuk selalu berbagi dan sesekali merasai.
Gelapnya sesal dan hangatnya nasehat.
Sebagaimana sang rembulan \,
yang kadang harus menggerhanai matahari.

Secuplik lirik dalam Dekapan Ukhuwah. Sedikit mewakili apa yang akan saya tulis dalam coretan kali ini. Disadari atau tidak. Diakui atau tidak.  Bahwa sebenarnya kita memahami bahwa setiap orang memiliki sesuatu yang tak seorang pun ingin tahu atau membukaknya kembali, apalagi jika itu berkaitan dengan masa lalu. Dan itu sesuatu yang berkaitan dengan khilaf akan di masa lalunya. 

Kadang ada perasaan tidak suka bahkan malu. Atas sikap atau khilaf yang pernah dilakukan. Namun perlu dipahami bahwa manusia mulia itu bukanlah orang  yang tak pernah salah. Karena tak ada manusia yang maksum selain Rasulullah yang telah terjaga. Melainkan, manusia mulia itu adalah ketika ia salah ia mau mengakui dan bersegera untuk meminta ampunan kepadaNya. 
Kesadarannya akan kesalahan yang pernah ia lakukan adalah teguran bahwa Alloh sedang mengajari kita sesuatu melalui proses seperti ini. Alloh punya rencana luar biasa dalam setiap peristiwa dan pertemuan kita dengan seseorang. Kembali pada sikap bijak kita menghadapi itu semua.

Islam mengajarkan kita tentang arti maaf. Tentang memberi ruang pada mereka yang pernah melakukan salah dan bertaubat atas kesalahan yang pernah mereka lakukan. 
" Belajar memberikan kesempatan pada seseorang. Berharap kebaikan meskipun kadang tanpa alasan yang dimengerti."
lepas masa lalu sebagai pelajaran untuk masa depan 
Mereka yang hadir dalam kehidupanmu adalah manusia biasa yang selayaknya memiliki ruang penuh salah dan khilaf. Namun bukan berarti memberi ruang maaf menjadi begitu sulit untuk menjadikan mereka lepas dari rasa bersalah. Hal yang bisa kita lakukan adalah mendorong mereka kembali menuju jalan TuhanNya.
Biarlah setiap khilaf akan masa lalu menjadi penanda dosa bagi mereka. Sebagai pelajaran hidup. Pun diri kita, tugas kita adalah mendampingi sebagai bentuk ukhuwah yang saling merenda kehangatan persaudaraan menuju jalanNya.

Mengutip Senandung dari  Jalan Masih Panjang oleh  Edcoustik,
Jalan hidup takkan pernah lurus, pasti ada salah lewati segalanya
Namun Tuhan takkan pernah berhenti , membuka jendela maaf untuk kita.
Terima kasih untuk jalan hidup yang penuh warna ini Ya Robbi.
Sehingga banyak hal yang bisa dipelajarai dan diptik hikmahnya.
Atas nikmat keimanan, Islam dan nafas yang senantiasa bertasbih.
Menunggu dengan sabar detik - detik sambut bulan mulia.
Ramadhan 1435 H.


~3ha.


Minggu, 26 Januari 2014

#G A L A U


..
senja sedang berpulang disertai hujan yang tak urung membasahi bui tiada henti.
Coretan pertama di tahun 2014. Suatu hal yang mungkin aneh untuk aku lakukan.
Banyak hal yang ingiin tertuang namun sepertinya hanya ini yang bisa di hasilkan.

Aku ingin mengawalinya dengan sepenggal syair nasyid.

...
Kutanyakan pada UstadzApa yang mesti kulakukanMenyambut rasa iniKarna ku takut jurang dosa-dosa
Dan lalu ustadz menjawabTerjauh terdalam seluruh cintamuHanyalah Allah dan Rasulullahyang tak semestinya tertandingi


ini adalah sepenggal lirik nasyid yang mungkin terbaca begitu galaunya ang mendengarkan tipe nsyaid yang seperti ini.
Tidak  kawan, kadang hal - hal yang cukup ampuh mengobati mereka yang sedang berada posisi bingung apa yang harus mereka lakukan atas jebakan hatinya. Ini jelas efektif untuk sedikit menyadarkan mereka.

Oh ya , judul di atas sebenarnya tidak mewakili isi dari tulisan ini.
Tapi intinya adalah,

tentang perasaan,
Tentang perasaan tak ada yang tahu.
Disaat kita sangat ingin memiliki,
sesungguhnya di saat itulah kit aharus siap melepaskan.
Maka itulah CINTA.
Berani melepaskan bukan berarti tak cinta,
Namun, jika untuk kebaikan orang yang kita cintai tentu inilah setulusnya cinta.

 ~3ha.

 Kadang kita terlalu isbuk untuk mengurusi jebakan - jebakan perasaan kita sendiri.
Lihat keluar kawan, lihatlah awan. Lihatlah daun yang gugur.
Lihatlah tetas air saat jatuh, lihat ayam yang sedang mengais makanan di tanah.
Intinya lihat dunia luar, jangan terkurung di duniamu sendiri.
Kau akan tahu bahwa hidup itu lebih indah dan berwarna saat kau mau melepaskan jebakan perasaan itu.

Oke!

MOVE ON!
hidupmu bukan milikmu sendiri, so lepaskan dan berkaryalah !
#eha.26012014