Rabu, 21 September 2016

Memasak itu

Bismillah,.

Kali ini tentang persoalan urusan dapur.
Maksudnya apa ya? :D
Ini berbicara tentang masak itu bukan bakat.
Masak itu bukan anugerah dari Tuhan yang membuat kita bisa memiliki tangan ajaib menghasilkan olahan berbagai makanan enak.
Kalopun memasak itu bakat mungkin hanya 10% dari 100%.
Sisanya adalah keterampilan, ya keterampilan.
Semakin lama sering kita mempraktikan berbagai olahan maka tangan dan feeling kita akan terasah untuk membuat berbagai resep.
Aha... jadi?
Bagi kalian yang malas ke dapur. Maka bersiaplah menghabiskan kantong uang dengan membali mkanan di luar. Tapi kalo kamu mau mau mau! oke aku tekankan mau belajar masak insyaAlloh banyak seklai manfaatnya antara lain
1. Menghemat . Kenapa aku bilang menghemat, jelas ! beli diluar jagung rebus satu buah bisa jadi 5000 jika beli jagung mentah di rebus sendiri maka akan lebih urah dapatnya banyak :)
2. Bekreasi. Yup! bagi kalian yang suka hal baru , maka dengan mencoba bikin resep baru yang bisa jadi kamu belum pernah membuatnya mmebuat kita menjadi orang paling kreatif hahaha ( menurut perasaan kita )
Steak daging ala ala , first experience
3. Bisa membangun kebersamaan , Kok bisa? iyalah.... bayanagin kalo masak sendiri kan bisa dapat banyak tuh hasilnya. Kita bisa ngajak tetangga kita, adik sepupu kita atau ngajak yang lain lah intinya buat kumpul. Mereka pasti seneng apalgi gtratisann heheheh
4. Berbagi. Nah ini poin berpahala ya... kita bisa berbagi , paling tidak dengan saudara lah ..hahaha
5. Semakin disayang suami..ops ini bagi yang udah menikah ya Insya Alloh suami itu suenneng kok kalo kita bisa memasak apalagi masaknya pakai cinta hehehehe..

Oke resiko memasak juga ada lho, awas minyak panas :)
So, udah tahu kan memasak itu bukan bakat tapi keterampilan dan banyak manfaatnya..
Buruan belajar masakk:)

Obat Bosan

Bismillah,.

" ku lihat mentari di pagi hari ,."
Pelangi  engkau pelangi ..


Oooo... ini bukan pelangi atau mentari melainkan cerita tentang memecah kejenuhan.
Menjadi pekerja di bawah instansi tertentu dan terikat jam kerja memang rawan mengalami titik jenuh yang kita sebut bosan. Yup !

Bosan itu membuat energi kita terkuras lho..
Namun, bukan berarti karena kita bosan terus kita malah keluar dari pekerjaan dan mencari pekerjaan lain. Tidak semudah itu kawan,.
Kita harus pandai mengatur emosi dan memanajeman jiwa kita
Kalo bosan menyerang maka jangan cepat melampiaskan dalam bentuk kemarahan apalgi kinerja yang menurun. Bisa berpengaruh pada gaji anda .hahahha (bercanda)

Nah, sedikit tips saat kita bosan !
1. kita butuh istirahat.
Yup istirhat disini artinya bisa jadi kita capek, lelah. Lepas bosan dengan istirhat. Bisa bersantai, tidur atau mungkin skedar nonton film by laptop atau pc kita kemudian sambil ngjus atau mungkin sambil bawa popcorn
2. Kita butuh mengalihkan perhatian kita.
Nah , untuk tips kedua ini. bisa dengan mengembangkan hobby. M isal ngecat dinding kamar.
Edisi lepas bosan dengan jalan - jalan, nyasar ke kec Sepulu Bangkalan 
Bikin origami, atau bercocok tanam. Alihkan duniamu dari kerjaan dan rutinitas.
3. Jalan jalan.
Hahahha... ini bagi kalian yang suka jalan - jalan. Jika ingin yang gatisan pergilah ke taman kota atau cuma sekedar duduk duduk di alun alun sambil minum es degan :) Kalo bis alebih jauh maka pergilah ke suatu tempat baru yang belum pernah kamu dadtangi. Asyikk bukan apalgi dengan orang yang kita sayang :)

Jika ketiga tips atas belum mengatasai kebosanan mu, coba tata lagi niatmu. Bisa jadi niatmu melakukan aktifitas itu kurang tepat :) akhirnya mudah bosan dan cepat lelah.
Coba pikirkan orang  orang yang bekerja lebih berat darimu, mgkin itu bisa meringankan beban kerjaanmu :)

Selamat mencoba kawan !:D

Kamis, 04 Agustus 2016

Topeng !


...
tak akan tembus hati dengan kebohongan.
Apalagi adegan penuh pura-pura.

Hanya meninggalkan kepalsuan.
Seperti topeng!

Hidup dengan drama penuh sandiwara.
Jangan berhaap ketulusan jika hidup masih bertopeng sandiwara.
Karena yang palsu tetap tak bisa menembus jiwa yang tulus.

Bercerminlah!
Sadari siapa dirimu!
Lepas topengmu..
hadapilah sebagaimana dirimu.
Bukan topengmu!

Minggu, 20 Maret 2016

Tanpa Alasan atau Sebaliknya

..
Mengulum mendung, menyibak langit
Senja selalu memiliki pesona berjuta inspirasi

Kali ini aku ingin sedikit berkisah,
Kisah pendek atau bahkan singkat tentang aku dan dia
Dia yang kini mengemban tanggung jawba sebagi imamku
Ayah dari anak - anak kami :)

Ratusan hari kami lewati bersama,
Kadang ada rasa malu atau bahkan tidak enak hati,
Rasa canggung ..ah..
benarlah kiranya bahwa ,.
menikah adalah menerima seorang anak manusia dengan seperangkat kelebihan dan kekurangannya

Ah,
Kadang menertawai hati  menertawai diri sendiri
Bagaimana dulu hati ini akhirnya mantap memilihnya.
Tanpa sebuah pernkenalan sebelumnya,
Tanpa sebuah pertemuan .
Bahkan aku bisa melihat wajahnya dengan sempurna ketika ..
ruang berukuran 3 x 4 itu mengurung kami
Ah ..
selalu membuat malu di kenang.
Sekai lagi..
kadang kita tak butuh alasan untuk jatuh cinta.
Kadang kita tak butuh alasan mengapa kita harus memilih.
Selama hati memilih berpasrah padaNya.
Meniatkan diri menjaga hati untuk senantiasa bermunajat padaNya
DIA tak pernah salah dalam memperjodohkan hambaNya

Dengan segala kelebihan dan kekurangan pasangan kita
Begitulah kita..
Ia pun bisa jadi berfikir sama.
Ia harus sekuat tenaga menerima kekurangan dan kelebihan kita.

Butuh hati untuk saling mengerti,.
Butuh hati untuk saling memehami, menerima
dan memaafkan satu sama lain..

Ta'aruf itu bukan ketika proposal di iyakan..
bukan sekedar itu.
Ta'aruf itu setiap hari..
setiap hari kita harus belajar mengenal pasangan kita
dengan tanpa mengurangi rasa syukur saat melihat banyaknya kekurangannya.
dan menerima dengan lapang dan rendah hati untuk setiap kelebihannyaa.


ALhamdulillah,.
duhan penggenggam hati.
Terimakash untuk hari - hari yang luarbiasa,
Untuk kebersamaan dengannya...
Semga kami bisa menajdi pasangan yang sakinah mawaddan wa rohmah
Aamiin
sederhana bersamamu melewati canda tawa sepanjang usia merenda keluarga sakinah mawaddah warohmah

-3ha.
20 03 2016

Selasa, 24 November 2015

Lelaki Sederhana-ku

Bismillah,..

 " Karena apa yang ditakdirkan untuk kita tak akan menjadi milik orang lain"


Kira- kira seperti itulah rahasia sebuah perjodohan dari Tuhan.
Siapa sangka yang tak pernah diketahui namanya, yang tak pernah dikenal sebelumnya ternyata akhirnya bisa menjadi pasangan hidup kita .
Itulah luarbiasanya rahasia jodoh. Jodoh dari Tuhan.
Sang pemilik hati.
Tak perlu memaksakan , harus bersama ia yang saat ini mengganggu hati maupun benak kita.
Percayalah...
dia akan sesuai dengan kondisi kita
Kelak engkau akan mengerti  mengapa ia dikirimkan kepada kita oleh Alloh.
Karena kita membutuhkan pasangan yang seperti demkian agar kita banyak belajar dan mengambil hikmah.

Dikejar hingga kita jatuh bangun jika tak berjodoh maka tak akan bisa bersatu.
Walau dipisah oleh lautan maupun jarak jika tak berjodoh maka akan ada hati yang saling mengikat dan mendekat, karena namanya telah tertulis di Lauhful Mahfudz.

Untuk pasangan hidupku.
Belahan hatiku.
Terima kasih duhai pemilik hati.
Atas sebuah pertemuan dan perjodohanMu antara aku dan dia.


Dia ...
begitu sederhana.
Jujur dan apadanaya.
Dia tidak populis.
Bahkan sangat berkebalikan denganku.
Tidak romantic bahkan cenderung datar.

Tapi tahukah..
rasa sayangnya bukan kata - kata tapi  tindakan
Mgkin benarlah jika Anis Matta mengatakan bhwa cinta adalah pembuktian kata -kata.

Bukan setangkai bunga atau sekotak coklat.
Dia terlalu polos untuk berfikir sekreatif itu.
Dia...
akan ringan tangan membantuku membersihkan perlengkapan dapur yang kotor.
Menjemurkan baju yang telah ku cuci.
Atau rela memijatku saat aku katakana aku lelah..
Ah ..
cinta nya terlalu sederhana .
tapi berkesan.

Terimakasih duhai Rabbi
Untuk " laki laki sederhana " ini.

...semoga pernikahan kita diliputi sakinah, mawaddah wa rohmah.

Semoga kelak kami tidak hanya berjodoh di dunia tapi hingga ke surge juga.

Smga dari buah cinta kami,.
Lahirlah jundi jundi Islam dari Rahim ini.
Yang menegakkan panji Islam.
Menjadi mujahid mujahidah penegak amar ma'ruf nahi mungkar.
Ammiin
Amal jariyah bagi kami orang tuanya Ammiin.

-Sby, 24 Nopember 2015 -

Rabu, 25 Februari 2015

Spekulasi Perasaan

...
“Taukah kau, untuk membuat seseorang menyadari apa yang dirasakannya, justru cara terbaik melalui hal-hal menyakitkan. Misalnya kau pergi. saat kau pergi, seseorang baru akan merasa kehilangan dan dia mulai bisa menjelaskan apa yang sesungguhnya dia rasakan.” ~ Sunset bersama Rosie.

Ku buka tulisanku dengan quote lama seorang penulis imajinatif. Tere Liye. Karya-karyanya yang mengaduk perasaa serta pikiran pembaca ini memang menguras apa yang ada dalam hati. Bagi kalian yang memiliki sifat mudah tersentuh hatinya, dijamin akan luluh dengan rangkaian kata penulis buku Sejuta Rasanya ini. :)
 
Namun bukan bermaksud mempromosikan karyanya. Namun ini ada hubungan dengan coretanku kali in. Sengaja kubuat judul agak politis. Mengapa ? karena sedikit banyak memang bias ku bilang urusan perasaan pu bias dipolitisasi. Dipolitisasi oleh pikiran-pikiran si empunya sendiri tentunya.
 
Sejujurnya bab perasan tidak ada yang bias mengukurnya. Yang bias merasakan bagiamana, apa dan mengapa seseorang memiliki perasaan sebagaimana yang ia rasakan adalah dirinya sendiri. Ya dirinya sendiri. Namun sayangnya, kadang ukuran pribadi itu terdengar subyektif. Sedangkan orang di luar sana memandang dari sudut pandang yang berbeda. Begituah, urusan perasaan memang rumit. Tak bisa diurai dengan cara yang sederhana sekalipun. Hanya kau dan hatimu yang tahu. Hanya satu kuncinya. Kejujuran. Jujurlah terhadap perasaanmu. Maka kau tak perlu sembunyi di balik topeng yang membuatmu terluka bahkan menyeret orang disekitarmu terluka pula. Mengapa?  saat kau tak jujur kepada dirimu sendiri bagaimana bisa akau jujur kepada orang lain? Kau lebih tahu urusan perasaanmu kawan.
Hati yang setia menuntunmu untuk menemukan hati yang setia pula
 
" Bagi seorang gadis, menyimpan perasaan cinta sebesar itu justru menjadi energi yang hebat buat siapa saja yang beruntung menjadi pasangannya, meskipun tu bukan dengan lelaki yang dicintainya. Bagi seorang pemuda, menyimpan perasaan sebesar itu justru mengungkung hidupnya, selamanya" ~Sunset bersama Rosie
Cuplikan dari kalimat di atas mungkin bagi sebagian orang yang telah membaca novel tersebut tentu akan mengatakan. Betapa hebat urusan perasaan itu. Apalagi bagi seorang perempuan. Dengan segala rasa sensitive serta ekspresi yang tak mudah ia sembunyikan. Seoang gadis bernama Rosie, yang begitu rapt menutup perasaannya kepada kawannya tetap mampu menjadi yang terbaik bagi suaminya. Dimana suaminya bukanlah orang yang ia cintai pada awalnya. Itulah perempuan. Dalam setiap kelemahan yang terlihat pada tampilan fisiknya, dibalik itu semuanya sesungguhnya ia dirancang oleh sang pencipta dengan kekuatan yang begitu dasyat namun tersembunyi. Saat ia menjadi seorang istri dan ibu. Maka itulah duhai kaum Adam. Jangan sekali- sekali kau melukai perasaan seorang perempuan. 
 
Perasaan .
Sebenarnya, apakah itu perasaan? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang berdebu, begitu-begitu saja, tidak istimewa. Malah lucu serta gemas saat dikenang.
Sebenarnya, apakah pengorbanan memiliki harga dan batasan? Atau priceless, tidak terbeli dengan uang, karena hanya kita lakukan untuk sesuatu yang amat spesial di waktu yang juga spesial? Atau boleh jadi gratis, karena kita lakukan saja, dan selalu menyenangkan untuk dilakukan berkali-kali.
Sebenarnya, siapakah yang selalu pantas kita sayangi?
Sebenarnya, apakah itu arti 'kesempatan'? Apakah itu makna 'keputusan'?
Bagaimana mungkin kita terkadang menyesal karena sebuah 'keputusan' atas sepucuk 'kesempatan'?




Itulah perasaan.
Sebenarnya, dalam hidup ini, ada banyak sekali pertanyaan tentang perasaan yang tidak pernah terjawab. Ah aneh betul memang yang namanya perasaan, kita nyaris tidak tahu kapan dia membuat rumah di hati kita dan bahkan kita tidak punya kalkulasi yang jitu untuk mengira-ngira seberapa lama perasaan itu akan mengendap di dalam sana.

Itulah spekulasi yang sedang ia buat. Perasaan. Melibatkan seluruh praduga untuk membenarkan perasaannya. Kebanyakan disinilah perasaan sedang memolitisasi dirimu, namun tak pernah kau sadari. Karena keterhanyutanmu membuatmu lupa akan nyatanya dunia di sekitarmu. Sekali lagi kucuri kalimat bang Tere,

Berasumsi dengan perasaan, sama saja dengan membiarkan hati kau diracuni harapan baik, padahal boleh jadi kenyataannya tidak seperti itu, menyakitkan.”

Dan untuk kesekian kalinya, kulukis lagi dari deretan kalimat Bang Tere, tentang perasaan ini.
" perasaan itu tidak sesederhana satu tambah satu sama dengan dua. Bahkan ketika perasaan itu sudah jelas bagai bintang di langit, gemerlap indah tak terkira, tetap saja dia bukan rumus matematika. Perasaan adalah perasaan.”
 
 
Jadi,..
Jangan berspekulasi dengan perasaan.
 
Satu lagi case yang sering diputar berulang -ulang disetiap periode masa kehidupan yang tak pernah usai dibahas . Apakah itu ? Urusan Jodoh ! Ya...
 
Benarlah kiranya, saat sekali lagi ku kutip ulasan ini. Dari Bang Tere,
 
Kita tidak pernah tahu seseorang itu akan menjadi pasangan hidup yang sempurna atau tidak sebelum kita melaluinya hingga akhir hidup.
Sebelum itu terjadi, maka kita hanya bisa menerka-nerka.
Tetapi cinta adalah keberanian mengambil resiko.
Putuskan. Ambil salah-satu keputusan besar dalam hidup. Serahkan sisanya kepada Allah.
 
 
Tidak terlalu rumit sebenarnya namun sekali inilah spekulasi perasaan yang membuat semua serba rumt dan setiap peristiwa tidak terurai sebagaimana mestinya. Dan saat hal itu dibenturkan oleh factor eksternal, coba kita cerna deretan kalimat ini,
 
Jika orang tua bilang “Tidak” bukan berarti selalu tidak. Boleh jd orang tua kita sedang menunggu penjelasan yg lebih baik dari kita atau menunggu kita bisa memberikan keyakinan bahwa pilihan kita lebih baik dan membuat bahagia–yg otomatis membuat mereka kelak ikut bahagia.
 
Dihadapkan pada pilihan yang sulit memang senantiasa tidak menyenangkan. Namun, sekali lagi ini tentang kedewasaan kita. Masalah tak bisa dihindari, sejauh apa kita berkari dan bersembunyi. Masalah tetap mengikuti. Tugas kita adalah menghadapi dan menyelesaikannya. Kedewasaanmu akan terlhat disana kawan !
 
~Selamat berjuang !
 
.:3ha.:

 


Minggu, 01 Februari 2015

Barokah itu tentang Taat

Bismillah,..


Barokah itu , " Albarokatu tuziidukum fi thoah "
~Barokah menambah taatmu kepada Alloh....
Barokah bukanlah cukup dan mencukupi saja,
tapi barokah ialah ketaatanmu kepada Alloh dengan segala keadaan yang ada,
baik melimpah atau sebaliknya.
 
...atas semua yang terjadi dalam hidupmu.
Sikapilah dengan ikhtiar terbaik yang kamu lakukan.
Serta pertanggungjawaban terbaik yang bisa kamu persiapkan.
 
 
menjemput mentari yang meninggi
Datangnya sebuah keberkahan bukanlah datangnya kemudahan dalam menjalani sepanjang perjalanan kehidupan. Namun saat kau jalani langkah perjalanan itu menambah kedekatanmu kepadaNya.Kepasrahanmu kepada ketentuanNya. Disanalah letak barokah.
 
Kadang kita terlalu berfikir,
saat melakukan sesuatu ternyata begitu sulit dijalani bahkan cenderung mengalami banyak rintangan.
Mudahnya kita mengatakan bahwa keadaan itu tidaklah barokah.
" Gagal Paham "!
Ya..gagal paham.
Bagaimana tidak? saat dalam kondisi sulit bukan berarti Alloh tak ridho dengan apa yang kita lakukan.
Bahkan bisa jadi kondisi sulit inilah yang akan mengantar banyak keberkahan dalam kehidupanmu.
Saat-saat sulit itulah yang mengantarmu mendekat sedekat-dekatnya. Berpasrah sepasrah-pasrahnya kepada Dia.Alloh semata.
Namun sayangnya, sifat manusia yang senang mengeluh itulah yang membuat kesulitan-kesulitan itu tidak menjadi kebarokahannya. Semakin sulit maka semakin mengeluh. Bahkan semakin menjauh kepadaNya, berprasangkalah ia bahwa Alloh tak adil kepada makhlukNya. Naudzubillah.
Semoga kita senantiasa bisa mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang hilir mudik dalam kehidupan kita.
 
Menukil beberapa makna barokah dari beberapa pendapat sebagai berikut :
 
Barokah, dalam bahasa Aa'Gym adalah kepekaan untk bersikap benar menghadapi masalah.
Barokah, dalam kekata Ibnu Qoyyim adalah semakin dekat kita pada Rabb, semakin akrabnya kita dengan Alloh.
Barokah, dalam umpama Umar bin Khaththab adalah dua kendaraan yang ia tak peduli harus menunggang yang mana : sabr dan syukr.
Barokah, dalam pujian Sang Nabi adalah keajaiban !
 
" Menakjubkan sungguh urusan orang yang beriman. Segala perkaranya adalah kebaikan. Dan itu tidak terjadi kecuali pada orang yang beriman. Jika mendapat nikmat ia bersyukur, dan syukur itu baik baginya. Jika ditimpa musibah dia bersabar, dan sabar itu baik baginya." ( Hr Abu Dawud dan Tirmidzi )
 
Artinya, bukan berarti keberkahan itu apakah senantisa dalam jalan kesukaran kawan? Tidak.
Dalam jalan keberkahan ada pula jalan - jalan kemudahan. Jika kau temui jalan itu, maka bergembiralah. Dan titik kegembiraanmu itu bukan sebuah bentuk kecongkakan melainkan sebuah bentuk syukur. Maka disanalah kau temukan kebarokahan.
Intinya, barokah adalah bertambahanya kebaikan dalam setiap kejadian yang kita alami waktu demi waktu.
 
Hidup di dunia hanya 2 menit.
Waktu yang disediakan tidak lebih banyak dari amanah yang diemban.
Jika bukan sebuah kaborakan hidup.
Maka apalagi yang kita cari?
Jika sudah siap dengan panasnya neraka beserta rentetan siksaannya.
Silahkan melakukan apa yang kamu suka.
Tapi jika dalam hatimu terbersit keinginan menjemput surga.
Maka bersegerahlah menjalani hidup penuh barokah.
 
 
#Sebuah tulisan yang merupakan kumpulan renungan dari sang penulis ditambah bumbu-bumbu refrensi.Semoga bermanfaat! :D
 
~3ha. 

Unikmu Beda

...
Uniknya dia berbeda, setiap geriknya selalu menggelitik hati yg melihatnya.

Dia...
13 tahun lebih bahkan keterpautan usia kami.  Tapi dia telah menjadi Guru kehidupanku.. tentang sikapnya, sifatnya,. Meski gaya bicara kami hampir sama. Bicara pelan namun volume seakan maksimal. Kadang itu jadi kharakter, tapi gak semua orang mau menerima. Termasuk saya sendiri.  Melihatnya serasa bercermin pada masa 13 tahun silam.  Di masa seusianya, dia bisa menempatkan diri.
Bahkan telah tahu makna peduli.
Tak banyak bicara aib orang lain.
Sulit baginya mengungkap hal - hal buruk orang di sekitarnya.  Pun kepada orang terdekatnya. Ibu.
Diusianya kini, ia dihadapkan pada sbeuah cerita hidup yang mengagumkan. Namun ia tak pernah mengeluh, bersikap santai bahkan ia meikmati mas akanka-kanaknya. Dan aku masih tak percaya, belajar dan menemukan dari siapakah sosok ayah yang hadir dalam dirinya?
Hingga detik ini, kekagumanku padanya semakin bertambah.  Celetukan-celetukkannya membuatku tergelitik. Polos,apa adanya.

Ceria, wajahnya senantiasa dilumuri senyum. Hingga kini, aku masih suka diam - diam mengamati nya. Cara diamnya,senyumnya, tawanya bahkan lirikan matanya yang membuat mata kami bertemu pandang. Sikapnya yang kadang belagu sebenarnya memnyimpan ketawadhu'an kepada orang yang lebih tua.

Penyematan apresiasi peningkatan terbaik kepada Qowiy
Ah gila rasanya,
Aku jatuh Hati pada si pemuda ini.
Karena begitu banyak pelajaran yang bisa kuambil menjadi bagian pelajaran hidupku.
Gaya memimpinnya.
Cara dia menyelesaikan masalah bersama teman sebanyanya.  Dia begitu sportif, meski kadang kami berbangku hantam dengan argumen masing -masing.  Namun,  tetap berlaku hukum.
Yang  dewasa ' tua. red 'jauh lebih mudah  menang  dari yg muda.

Sebagai seorang guru,  berat rasanya menyandang title itu.  Dia tahu batasan - batasan bagaimana menghormatiku. Melaksankan perintah serta laranganku.  Meski kadang terlihat cuek, aku tahu.  Dia menyimpan dalam dalam setiap nasehatku.

Entahlah...
Alloh menakdirkan kita untuk bertemu, kelak saat perpisahan sementara itu tiba. Apakah sudi kau sapa aku?  Bahwa kita pernah melukis cerita bersama...: )
Diantara senyum,  hatiku punya tempat istimewa untukmu.. anakku. Qowiyyun Amin.
Jadilah Pemimpin sebagaimana namamu yang telah tersirat dalam kitab suci itu. Al Qur'an.

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya".
Qs Al Qashas : 26

~3ha.

Sabtu, 13 Desember 2014

Sebatas Nama ( part 2 )

...,


" Mbak pamit dulu dhek " ucap Rana pelan memecah kelengangan antara mereka.
Hanya senyum terkulum yang terlihat di wajahnya. 

***

"Ran !!! "
Gadis berkerudung coklat itu menoleh.
"Please deh Ky, jangan buat aku mati mendadak karena suaramu " dengan waja pura- pura marah.
Perempuan yang dipanggil Kiky hanya melempa senyum acuh.
"Kayaknya kamu belum baca koran deh pagi ini Ran " ungkapnya ringan.
Rana masih sibuk dengan catatan - catatannya yang menumpuk berantakkan di meja kerjanya.
" Kali ini aku yakin deh, tulisanmu bakal jadi buku " timpalnya lagi.
Rana menghentikan aktifitasnya. Mengerutkan dahi tanda heran dan penasaran.
" Maksdmu? " tanyanya pada Kiky.
Yang ditanya mengangkat bahu meninggalkan wajah berkerut Rana yang tampak semakin kusut.
Pagi seakan tidak bersahabat dengannya, antara rasa penasaran, kesal dan marah yang tak tahu akan ia ungkapkan kepada siapa. Waktu serasa berjalan begitu lambat. Ruangan berukuran 3 x 4 meter tersebut menjadi sempit mendadak seakan - akan siap menghimpitnya. Ia letakkan kepala diatas dua tangan yang menopangnya. Lantunan istigfar mengalir di bibirnya yang sejak tadi pagi tak terisi sesuap makanan apapun juga.

" Katakan pada masalahmu, bahwa mereka terlalu lemah untuk membuatmu berduka dan menjauhkanmu dari rasa bersyukur pada Tuhanmu " suara berat itu terdengar jelas begitu dekat di telinganya.
Rana tersentak agak terkejut, wajah pucatnya tak bisa di sembunyikan oleh senyumnya yang dipaksakan.
" Pak,.." ekspesi gugup terlihat jelas diraut wajahnya yang semakin pucat di bawah lampu yang lupa ia matikan sejak tadi pagi.
" Hemat listrik" ucapnya singkat. Lalu pra itu menekan tombol saklar untuk mematikan lampu.
Senyum yang mash dpaksakan itu melekat di wajah Rana. Semakin lemas, sekujur tubuhnya keluar keringat dingin. Antara malu dan takut. Dia lirik jam tangan menunjukkan pukul 9 pagi.
"Ya Alloh, rasanya aku ingin bersimpuh padaMu " dalam hati ia ucapkan lalu bernajak mengambil air wudlu.

***
Gemericik air begitu menyegarkan. Wajah sayunya sedikit lebih  cerah namun tak bisa menutupi kegelisahan hatinya. Rana semakin tak mengerti dengan apa yang terjadi padanya sepekan terakhir. Dia mulai terganggu dengan pikirannya sendiri. Sejak pertemuan itu. Sebuah pertemuan yang tak pernah ia duga, tak pernah ia harapkan. Pergi dan dating meninggalkan jejak yang begitu menyiksanya. Dia hampar sajadah panjang biru langit di ujung mushola tempat ia bekerja. Di setiap gerakan sholat, airnya meleleh tak terbendung. Setiap bibir tekatup ia memejamkan mata untuk memaknai air setiap apa yang ia baca. Hingga sjud teakhir, aliran airmatanya terus menganak sungai.

Duhai Dzat pemilik hati, penggenggam rasa ini.
Apakah gerangan yang terjadi pada hambaMu yang lemah ini.
Haruskah aku katakana jika benteng pertahanan yang selama ini roboh begitu saja.
Hanya dalam hitungan menit.
Sedang ku bangun agar kokoh bertahun - tahun.
Ku sibukkan diri tenggelam dalam aktifitas padat.
Tapi mengapa kini tak manjur lagi?

Rana terus meratap, bibirnya tak berhenti melantunkan penyesalan dan penghambaan yang lalai.

.....
Meski ku rapuh dalam langkah
Kadang tak setia kepadaMu
Namun cinta dalam jiwa hanyalah untukMu
 
Maafkanlah
Bila hati tak sempurna mencintaimu,
Dalam dada ku harap hanya diriMu yang bertahta.

" Sesungguhnya apa yang Alloh takdirkan untuk kita, tidak akan menjadi milik orang lain. "

Kalimat yang selalu terngiang di telinganya. Hingga detik ini, ia masih percaya bahwa  Perjuangan itu,, untuk menjadi yang istimewa di hadapanNya,, penuh airmata , penuh harap, penuh kejutan,, dan tak jarang ada senyum di sela-sela perjuangan itu, karena Dia telah hadirkan pertolonganNya didetik-detik tak terduga, disaat-saat yang tampaknya tak mungkin. Terimakash kepada Mu wahai pemilih takdir, karena setiap pertemuan dengan orang - orang sholih yang menguatkan aku dalam perjuangan untuk senantiasa istiqomah di jalanMu. Dunia seakan berhenti, waktupun mengikuti. Rana dilingkupi rasa penyesalan dengan jutaan hati penuh rasa salah yang menguasai hatinya. Hingga tak sadar bahwa ada sosok di balik tirai jendela mushola tempat ia bersimpuh  mengamati setiap gerak geriknya.


tobe continued...